Ditempa Kebersamaan dan Ketangguhan, Pramuka Bantara MAN Sumenep Resmi Dikukuhkan
MAN Sumenep - Jurnalistik - Ambalan Jokotole Dewi Ratnadi MAN Sumenep mengadakan kegiatan Pengukuhan dan Penempuhan Pramuka Bantara pada tanggal 30–31 Januari 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan Pramuka Penegak. Kegiatan ini diikuti oleh peserta calon Bantara dengan rangkaian aktivitas terstruktur yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta ketahanan fisik dan mental.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan pada sore hari yang dipimpin oleh pembina dari Kwartir Cabang Sumenep. Apel menjadi tanda resmi dimulainya kegiatan. Setelah apel, peserta diarahkan menuju ruang kelas yang telah ditentukan untuk menyimpan perlengkapan pribadi dan melakukan persiapan kegiatan selanjutnya.

Pada malam harinya, setelah shalat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni. Setiap kelas menampilkan kreativitas melalui berbagai pertunjukan, seperti seni tari, musik, drama, maupun penampilan lainnya yang dikemas secara menarik. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih rasa percaya diri, kekompakan, serta mempererat kebersamaan antarpeserta. Usai pentas seni, peserta mengikuti kegiatan api unggun yang dilanjutkan dengan renungan malam. Dalam renungan malam tersebut, peserta diajak untuk merenungi makna kebersamaan, tanggung jawab, serta komitmen sebagai anggota Pramuka. Setelah renungan malam selesai, peserta diarahkan untuk beristirahat. Kepala MAN Sumenep, Drs. H. Zaini Mukhsin, mengemukakan. "Saya ucapkan selamat bertugas kepada Pramuka Bantara MAN Sumenep yang baru saja dikukuhkan. Teruslah berkarya, jaga nama baik almamater, dan jadilah kebanggaan bagi orang tua serta agama." Tegas beliau Kepala Madrasah.
Keesokan paginya, peserta bangun untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama di lapangan guna menjaga kebugaran dan membangkitkan semangat peserta. Selanjutnya, peserta bersiap mengikuti kegiatan penjelajahan.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta dikumpulkan di lapangan untuk menerima arahan serta diberikan beberapa pertanyaan sebagai bentuk kesiapan awal.
Dalam kegiatan penjelajahan, peserta melalui beberapa pos dengan tantangan yang berbeda. Pada pos pertama, peserta diuji pengetahuan kepramukaannya dengan menyebutkan Dasa Dharma Pramuka. Di pos kedua, peserta mempraktikkan keterampilan tali-temali sebagai penerapan teknik dasar kepramukaan. Sementara itu, di pos ketiga, peserta mengikuti permainan kerja sama seperti berjalan sambil duduk berjajar ke belakang layaknya kaki seribu untuk melatih kekompakan tim, kemudian dilanjutkan dengan tantangan merangkak di atas lumpur atau tanah basah serta tiarap di sungai sebagai latihan ketahanan fisik dan mental.
Setelah seluruh rangkaian penjelajahan selesai, peserta diarahkan kembali ke MAN Sumenep. Kegiatan dilanjutkan dengan apel penutupan setelah shalat Dzuhur. Pada apel tersebut, peserta membacakan Tri Satya dan secara resmi dikukuhkan sebagai anggota Pramuka Bantara yang disimbolisasikan melalui prosesi penyiraman, serta penyematan tanda Bantara kepada perwakilan peserta.
Kegiatan ini diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba pentas seni dan pemberian penghargaan kepada sangga terbaik putra dan putri.

Melalui kegiatan Pengukuhan dan Penempuhan Pramuka Bantara ini, diharapkan para peserta mampu mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.
Kontributor : Syifa
Editor : Heri