Refleksi Spiritual Pesantren Ramadhan 1447 H di MAN Sumenep
MAN Sumenep – Jurnalistik - Memasuki minggu awal Ramadhan 1447 H, MAN Sumenep kembali menghidupkan tradisi keislaman melalui program Pesantren Ramadhan. Pada Senin (23/02/2026), suasana madrasah tampak berbeda dari hari biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, gelombang siswi berbusana muslimah mulai memadati Masjid Ar-Rasyidi untuk melaksanakan ibadah pembuka hari. Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah, menciptakan atmosfer ketenangan sebelum memulai aktivitas akademik. Usai salat, suasana masjid berubah menjadi riuh rendah namun syahdu dengan lantunan ayat suci melalui kegiatan Tadarus Al-Quran.

Setiap kelompok siswi terlihat fokus menyimak bacaan, sebuah upaya madrasah dalam membudayakan literasi Al-Quran. Puncak acara hari ini bergeser ke Aula Graha Wiyata, di mana Ustaz Drs. Ahmad Suaidy hadir sebagai narasumber utama. Dalam ceramahnya yang bertajuk "Hakikat Puasa", beliau membedah puasa dari tiga tingkatan: Puasa Awam: Sekadar menahan lapar, Puasa Khusus: Menahan panca indra dari dosa, Puasa Khususil Khusus: Menjaga hati hanya untuk Allah. Beliau menjelaskan bahwa di era digital ini, puasa mata dan jempol di media sosial adalah tantangan terberat siswa. "Puasa adalah perisai. Jika perisainya retak karena gibah di media sosial, maka esensi ibadahnya hilang," ujar Ustaz Suaidy dengan gaya penyampaian yang lugas.

Kepala MAN Sumenep, Drs. H. Zaini Mukhsin, yang memantau langsung jalannya kegiatan, menekankan pentingnya substansi di atas sekadar seremonial. "Pesantren Ramadhan ini adalah laboratorium karakter. Saya tidak ingin siswi hanya hadir secara fisik di Aula atau Masjid, tapi ruh mereka harus ikut 'hadir'. Informasi yang mereka dapat dari Ustaz Suaidy hari ini adalah bekal untuk membentuk disiplin diri. Kami ingin lulusan MAN Sumenep dikenal karena integritas dan akhlaknya, bukan hanya nilai raportnya." Ujar beliau Kepala Madrasah. siswa siswi bergantian hadir di madrasah, dengan jadwal dipisah antara siswa dan siswi.

Kali ini berkesempatan hadir di hari pertama, seluruh siswi kelas X, XI, dan XII antusias khusuk mengikuti rangkaian pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kualitas ibadah harian dan pemahaman fiqih serta hakikat puasa yang mendalam.
Kontributor : Syifa
Editor : Heri
Operator Media : Nadia